Ada seorang adik berkata kepada saya, buat apa jilbab lebar –
lebar, toh kemarin adek dengar, ada dulu akhwat jilbabnya lebar, tapi sekarang
udah lepas tendanya alias g berjilbab lagi... ngapain pake pake jilbab lebar,
jika ujung ujungnya g apke jilbab. Mendingan pake jilbab yang biasa – biasa aja...
Lalu,
ada seorang akhwat juga yang cerita . Dek dulu pas kakak masih sekolah, ada
adek dia anggun banget, jilbabnya lebar, cantiik, duhhh, ademmm banget kalau
liat dia, suka menundukkan pandangan, manis, pokoknya akhwat bangetlah, tapi
waktu itu, kakak ngeliat dia jalan sama
cowoknya, spontan kaget, awal nya sih g percaya, tapi klao diliat dari deket
emang dia, malah jilbabnya udah pendek sekarang... L
Astaghfirullah....
Hmm,
memang sangat miris mendengar cerita dari dua orang yang dekat sama gina. Sedihnya
bukan main. Sedih rasanya ketika menjumpai orang yang memilki akhlak yang
bagus, namun – namun tiba – tiba berubah drastis...,
Seketika itu, gina merasa takut, takut jika hati ini jauh
dengan Allah. Karna apabila hati ini sudah jauh , maksiat itu akan mudah
dilakukan..Astaghfirullah
apalagi di zaman
sekarang, ketika orang susah memberikan loyalitas kepada siapapun. Yang katanya
alim tapi koruosi, pezina dijadikan tokoh publik, yang diberi amanah
berkhianat, yang shaleh sibuk sendiri, dan banyak lagi yang kita lihat...
naudzubillahmin zalik..
pada
setia diri manusia memilki potensi untuk berbuat maksiat maupun berbuat sholeh.
Tergantung pada pendekatan diri manusia
tersebut dengan Allah serta lingkungan yang membentuknya. For example, mungkin
kita pernah dengar dia dahulu, berasal dari keluarga yang broken home, suka
mabuk mabukan , preman abiss, tapi beberpa tahun kemusia dia menjadi seorang
ustad. Ada mungkin kita lihat dia merupakan anak yang cerdas, baik, dan sholeh,
tapi kita dengar dia meninggal karna overdosis..
kalau
dulunya jelek, trus jadi baik , itu baguss... tapi dulunya baik jadi jelek
waduuh itu bahaya... sob, jangan sampai kita termasuk orang pada pilihan kedua.
Walaupun memang diakhir zaman , banyak edan . tapi ini, bukan keputusan untuk
tidak mengupgrade diri.. dikala orang bayak berbuat dosa, mengapa kita malu
untuk berbuat baik ya kan...
seperti
masalah diatas, tak mau berjilbab, karena melihat banyak orang yang berjilbab
prilaku nya tidak mencerminkan apa yang ia kenakan, sehingga termindset pada
pikiran mereka , g usah pake jilbab, toh banyak orang yang berjilbab banyak
buat dosa..
banyak
orang terhambat untuk berbuat baik, karena kekecewaan dengan realitas yang ada.
Tidak mau mengupgrade diri, hanya bertahan di garis standar...
sob,
ingat kan akhirat yang kekal, dunia hanya senda gurau dan permainan... Ingat
baik – baik y.... .., ketika banyak orang berfikiran seperti itu, mengapa kita
tidak mengupgrade diri untuk lebih baik, mengapa kita tidak berfikir saya harus
jauh lebih baik, mengpa kita harus kecewa. Surga itu dihadiahkan kepada mukmin
, kepda orang yang bertkawa, kepAda orang yang selalu menyandarkan kehidupannya
Allah.
Ketika banyak
orang berjilbab tapi tak seperti jilbab, kita harus jadi orang yang berjjilbab
yang akhlaknya seperti jilbab itu, berApa kali lipat pahala yang kIta daptkan
kan..., pasang mimpi terbesarmu untuk bisa melihat Dzat Allah, bisa bertemu
Rasuul di surga... karena itulah membangkit energi untuk berbuat baik untuk
kedepannya.
Gina bukan
lah lebih baik dari teman – teman semua, mungkin gina jauh lebih buruk...
tetapi sebagai saudara sudah sepantasnya untuk mengingatkkan...
salaam ukhuwah
