Thursday, July 11, 2013

Gak mau nyia – nyia in Ramadhan lagi .....


Alhmadulillah nikmat keberkahan yang tiada tandingannya. Berkumpul bersama keluarga menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan penuh ceria. Bahagia... dan bahagia, Allah masih membiarkan nafas ini menghirup udara segar di bulan Ramadhan. Ya, karena bulan Ramadhan kemarin masih belum puas, karena tilawah, tahajud, dan tarawih gina masih belum maksimal. Ketika lebaran, walaupun baju baru, banyak makanan, dan banyak salam tempel, tapi... kurang greget aja rasanya.. Banyak tidur daripada ibadah, bahkan tilawah gina gak nyampe 30 juz. . Ya, nyesel aja rasanya dengan teman sehalaqoh, ketika murabbikali bertanya tilawah udah berapa? Ada yang satujuz lebih, ada yang hampir 2 kali khatam, sedangkan gina satu kali khatam aja gak nyampee, sedihhh . Benar – benar nyesel gak maksimal ibadah ketika bulan Ramadhan. Padahal Allah kasih pahala super duper dahsyat kelipatannya., dah bahkan dosa – dosa kita diampuni. Dan juga bahkan akan diberikan gelar taqwa bagi benar – benar totalitas dalam berpuasanya. Gak mau nyia – nyia in Ramadhan lagi ..... Biar nanti pas hari raya benar – benar menjadi manusia yang baru. ALLAHUAKBAR....

Monday, June 10, 2013

Membangun Jaringan 4 Lantai Jalur Ganda


berikut gambar gambar jaringannnya Perancangan jaringan menggunakan teknik bridge dengan topologi star untuk antar lantai dan dalam lantai. Terdiri dari Router utama, router lantai 1, router lantai 2, router lantai 3, router lantai 4. Antara router semuanya sling terhubung serperti gambar dibawah ini: (JALUR GANDA). Tabel Routing: A. LANGKAH – LANGKAH Setting pada Router Lantai 1: 1. Buka Winbox,lalu pilih connect 2. Pilih New Terminal 3. Untuk memudahkan kita nantinya, maka ubah lah nama dari router kita tersebut 4. Lihat interface apa saja yang ada dengan cara: 5. Ubahlah nama interface yang ada sesuai dengan kebutuhan, karena pada router lantai 1 membutuhkan 3 interface yaitu utama, lantai2, switch1 maka pada new terminal ketik: interface set name=Utama ether1 (enter) interface set name=Lantai2 ether2 (enter) interface set name=Switch1 ether3 (enter) tampilannya: 6. Untuk melihat hasil yang telah kita ubah tadi caranya: Interface print (enter) maka tampilannya 7. Daftarkan Ip Address pada lantai 1 tersebut : Ip address add address=192.168.0.14/30 interface =Utama Ip address add address=192.168.0.18/30 interface =Lantai2 Ip address add address=192.168.0.33/30 interface =Switch1 Maka tampilannya: 8. Daftarkan ip route berdasarkan table routing diatas (sesuaikan dengan tabel routing pada router lantai 1) *catt: yang tidak memiliki gateway tidak perlu didaftarkan Caranya ketik pada new terminal: Ip route add dst-address=192.168.0.28/30 gateway=192.168.0.13 (enter) Ip route add dst-address=192.168.0.64/27 gateway=192.168.0.17 (enter) Ip route add dst-address=192.168.0.20/30 gateway=192.168.0.17 (enter) Ip route add dst-address=192.168.0.96/27 gateway=192.168.0.17 (enter) Ip route add dst-address=192.168.0.24/30 gateway=192.168.0.17 (enter) Ip route add dst-address=192.168.0.128/27 gateway=192.168.0.17 (enter) Maka tampilannya: 9. Untuk melihat hasil ip route yang telah kita daftarkan caranya: Ip route print (enter) Maka Tampilannya: 10. Agar client mendpat ip secara otomatis,maka kita setting dengan cara: Pilih IP à DHCP Server àpilih Tab DHCP Setup àDHCP Server Interfacenya pilih yang berhubungan dengan switch,misalnya pada router lantai 1 yang berhubungan dengan switch adalah interface Switch1. Setting untuk menjadikan Router sebagai switch 1. 1. Buka winbox,lalu pilih connect 2. Untuk memudahkan kita nantinya,kita ubah namanya 3. Pilih Interface 4. Klik tanda +, lalu pilih Bridge, ubah nama sesuai kebutuhan (mis:switch_lantai_1) 5. Lalu pilih Bridge Lakukan hal yang sama pada Router dan switch lantai 2, 3 dan 4. Isikan data berdasarkan tabel routing yang telah disediakan

Merancang Jaringan 4 Lantai Dalam 1 Gedung


Hardware Yang di Butuhkan Router PC computer/Leptop Kabeljaringan Konsep Perancangan Perancangan jaringan ini menggunakan teknik bridge, dengan topologi star untuk di antar Lantai, dan topologi star untuk dalam Lantai. Lantai A Pada Lantai A in iada1 ruangan, untuk tiap lantai memerlukan 1 buah router yang mana setiap lantai memiliki jumlah host 1 buah. Pada Lantai ini dibagi menjadi 2 segmen jaringan, dengan teknik subnetting Kemudian untuk konfigurasi IP client di atur oleh DHCP. Lantai B PadaLantai B iniada1 ruangan, untuktiaplantaimemerlukan 1 buah router yang manasetiaplantaimemilikijumlah host 1buah. PadaLantaiinidibagimenjadi 2 segmenjaringan, dengantekniksubnettingKemudianuntukkonfigurasi IP client di aturoleh DHCP. Lantai C Pada Lantai C ini ada 1 ruangan, untuk tiap lantai memerlukan 1 buah router yang mana setiap lantai memiliki jumlah host 1buah. Pada Lantai ini dibagi menjadi 2 segmenjaringan, dengan teknik subnetting Kemudian untuk konfigurasi IP client di aturoleh DHCP. Lantai D Pada Lantai D ini ada1 ruangan, untuk tiap lantai memerlukan 1 buah router yang mana setiap lantai memiliki jumlah host 1buah. Pada Lantai ini dibagi menjadi 2 segmen jaringan, dengan teknik subnetting Kemudian untuk konfigurasi IP client di aturoleh DHCP.

Wednesday, June 5, 2013

Merancang Jaringan Antar Gedung


Untuk Kali ini kami akan menrancang Jaringan LAN antara 5 Gedung yang mna denah gedung tersebut seperti gambar di bawah ini: gambar 1 Keterangan: Gedung 1 ü Gedung satu terdiri dari 3 lantai di mana terdapat jumlah workstation ada 60 unit PC di dalamnya ü Akses internet dengan ISP Indosat dengan bandwidth 1 MB ü Pada lantai 1 terdapat ruang server dimana terdapat 4 server yaitu: Mail server, Web Server, Proxi server, Data Base server. ü LAN menggunakan kabel UTP dengan topologi star Desain Jaringan BackBone Pada gedung 1: gambar 2 Perangkat yang digunakan pada gedung 1: 1. Untuk media transmisi kabel utp digunakan Kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA). Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet (100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT). Kabel ini adalah kabel paling populer, mengingat kabel serat optik yang lebih baik harganya hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan kabel Cat5. Karena memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik, kabel Cat5 adalah kabel yang disarankan untuk semua instalasi jaringan. 2. Media Transmisi kabel fiber optic dengan Generasi ketiga sistem transmisi optik, memungkinkan laser dengan daya besar tidak berperan lagi untuk jarak yang jauh. Daya optik yang besar akan menyebabkan intermodulasi dan akan menyebabkan redaman yang besar bila dilewatkan kabel optik 3. Switch yang digunakan ialah berseri Modem Router WAG120N (switch layer 3) yang memungknkan user bisa menikamati kecepatan akses internet untuk seluruh area yang telah mengadopsi teknologi Wireless-N Home ADSL2+ Modem Router yang memiliki kecepatan akses internet yang sangat tinggi 4. Router yang digunakan ialah router keluaran cisco yang berseri 2811 yang merupakan produk router terkini dari pabrik cisco. Teknik subnetting yang di gunakan: Pada gedung 1 terdapat 60 PC maka, 2^?=60+2….. 2^6=64 2^6=62+2 Kami memberikan IP Adress pada jaringan 192.168.30.0 Net mask = 11111111.11111111.11111111.11000000 /26 255. 255. 255. 194 /26 Pembagian jaringannya adalah: 192.168.30.0 – 192.168.30.63 192.168.30.64 – 192.168.30.127 192.168.30.128 – 192.168.30.191 192.168.30.192 – 192.168.30.255 Maka untuk lantai 1 menggunakan IP dari 192.168.30.0 – 192.168.30.63 Maka untuk lantai 2 menggunakan IP dari 192.168.30.64 – 192.168.30.127 Maka untuk lantai 2 menggunakan IP dari 192.168.30.128 – 192.168.30.191 Keterangan: Gedung 2 gambar 3 ü Gedung satu terdiri dari 3 lantai di mana terdapat jumlah workstation ada 30 unit PC di dalamnya ü Akses internet dengan ISP Indosat dengan bandwidth 1 MB ü LAN menggunakan kabel UTP dengan topologi Bus Desain Jaringan BackBone Gedung 2: Seperti gambar 3 Teknik subnetting yang di gunakan: Pada gedung 1 terdapat 60 PC maka, 2^?=30+2….. è 2^5=32 2^5=30+2 Kami memberikan IP Adress pada jaringan 192.168.31.0 Net mask = 11111111.11111111.11111111.11100000 /27 255. 255. 255. 226 /27 Pembagian jaringannya adalah: 192.168.31.0 – 192.168.31.31 192.168.31.32 – 192.168.31.63 192.168.31.64 – 192.168.31.95 192.168.31.96 – 192.168.31.127 192.168.31.128 – 192.168.31.159 192.168.31.160 – 192.168.31.191 192.168.31.192 – 192.168.31.223 192.168.31.224 – 192.168.31.255 Maka untuk lantai 1 menggunakan IP dari 192.168.31.0 – 192.168.31.31 Maka untuk lantai 2 menggunakan IP dari 192.168.31.32 – 192.168.31.63 Maka untuk lantai 3 menggunakan IP dari 192.168.31.64 – 192.168.31.95 Keterangan: Gedung 3 Seperti gambar 3 ü Gedung satu terdiri dari 3 lantai di mana terdapat jumlah workstation ada 30 unit PC di dalamnya ü Akses internet dengan ISP Indosat dengan bandwidth 1 MB ü LAN menggunakan kabel UTP dengan topologi Bus. Desain Jaringan BackBone Gedung 3: Teknik subnetting yang di gunakan: Pada gedung 1 terdapat 60 PC maka, 2^?=30+2….. è 2^5=32 2^5=30+2 Kami memberikan IP Adress pada jaringan 192.168.31.0 Net mask = 11111111.11111111.11111111.11100000 /27 255. 255. 255. 226 /27 Pembagian jaringannya adalah: 192.168.32.0 – 192.168.32.31 192.168.32.32 – 192.168.32.63 192.168.32.64 – 192.168.32.95 192.168.32.96 – 192.168.32.127 192.168.32.128 – 192.168.32.159 192.168.32.160 – 192.168.32.191 192.168.32.192 – 192.168.32.223 192.168.32.224 – 192.168.32.255 Maka untuk lantai 1 menggunakan IP dari 192.168.32.0 – 192.168.32.31 Maka untuk lantai 2 menggunakan IP dari 192.168.32.32 – 192.168.32.63 Maka untuk lantai 3 menggunakan IP dari 192.168.32.64 – 192.168.32.95 Keterangan: Gedung 4 Seperti gambar 3 ü Gedung satu terdiri dari 3 lantai di mana terdapat jumlah workstation ada 30 unit PC di dalamnya ü Akses internet dengan ISP Indosat dengan bandwidth 1 MB ü LAN menggunakan kabel UTP dengan topologi Bus. Desain Jaringan BackBone Gedung 4: Perangkat yang digunakan pada gedung 4: Teknik subnetting yang di gunakan: Pada gedung 1 terdapat 60 PC maka, 2^?=30+2….. è 2^5=32 2^5=30+2 Kami memberikan IP Adress pada jaringan 192.168.31.0 Net mask = 11111111.11111111.11111111.11100000 /27 255. 255. 255. 226 /27 Pembagian jaringannya adalah: 192.168.33.0 – 192.168.33.31 192.168.33.32 – 192.168.33.63 192.168.33.64 – 192.168.33.95 192.168.33.96 – 192.168.33.127 192.168.33.128 – 192.168.33.159 192.168.33.160 – 192.168.33.191 192.168.33.192 – 192.168.33.223 192.168.33.224 – 192.168.33.255 Maka untuk lantai 1 menggunakan IP dari 192.168.33.0 – 192.168.33.31 Maka untuk lantai 2 menggunakan IP dari 192.168.33.32 – 192.168.33.63 Maka untuk lantai 3 menggunakan IP dari 192.168.33.64 – 192.168.33.95 Rancangan Jaringan Antar Gedung: Pada jaringan yang akan menghubungkan antar gedung ini kami menerapkan topologi mesh, hal ini dikarenakan topologi mesh mengkoneksikan masing masing swicth pada gedung sehingga jika terjadi interprensi atau putusnya jaringan antar satu titik antara swicth satu dengan yang lainnya , secara otomatis jaringan akan mencari jalur lain. Sehingga pada desain jaringan ini tidak akan terjadi putusnya komunikasi antar gedung. Untuk swicth gedung 1 memiliki IP : 192.168.1.1/29 Untuk swicth gedung 2 memiliki IP : 192.168.1.2/29 Untuk swicth gedung 3 memiliki IP : 192.168.1.3/29 Untuk swicth gedung 4 memiliki IP : 192.168.1.4/29 Untuk swicth gedung 5 memiliki IP : 192.168.1.5/29 Untuk gateway , karena gedung satu merupakan central / pusat maka ip address pada gedung 1 digunakan sebagai gateway pada gedung – gedung berikutnya.

Tuesday, June 4, 2013

Pengantar Analisis Perancangan Jaringan Komputer


Pengertian Analisis Perancangan Jaringan Komputer Analisis meupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengkaji atau menelaah sesuatu hal dimana kegiatan ini adalah langkah pertama dari proses perencanaan suatu hal. Perencanaan adalah kegiatan menyusun atau merancang hal – hal yang belum ada atau belum diterapkan berdasarkan hasil dari kegiatan analisis. Jaringan komputer adalah kumpulan antara dua atau lebih komputer yang saling terhubung dalam sebuah sistem untuk melakukan sebuah tugas melalui suatu media komunikasi untuk melakukan komunikasi data antara satu dengan yang lain. Komponen Dasar Jaringan komputer 1. Komputer Komponen komputer : a.Mainboard/ motherboard. Tugas mainboard pada PC adalah sebagai komponen circuit board utama yang menghubungkan banyak komponen lain. Mulai dari CPU/processor, RAM, memory, hard disk, Flopy diak, card(kartu) seperti: VGA Card, NIC (kartu jaringan) dan sebagainya. Pada motherboard terdapat BIOS (Basic Input/Output System). Komponen utama pada mainboard adalah chipset. Chipset sangat menentukan dukungan fitur dan fasilitas yang dapat dimungkinkan oleh motherboard. Sebab pada chipset akan menentukan dukungan seperti penggunaan tipe processor, modul RAM yang digunakan, ketersediaan dukungan integrated graphic controller, bus link untuk graphic card, dan seterusnya. Pada sebagian motherboard juga menggunakan skenario klasik, dengan menggunakan dua buah chipset, northbridge dan southbrige. Jika northbridge lebih menentukan dukungan untuk CPU, RAM dan bus. Termasuk dukungan untuk digunakannya dual VGA, baik dengan CrossFire maupun SLI. b.Processor Processor CISC Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit mungkin. Hal ini bisa tercapai dengan cara membuat perangkat keras prosesor mampu memahami dan menjalankan beberapa rangkaian operasi. Untuk tujuan contoh kita kali ini, sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus, yang kita beri nama MULT. Saat dijalankan, instruksi akan membaca dua nilai dan menyimpannya ke 2 register yag berbeda, melakukan perkalian operan di unit eksekusi dan kemudian mengambalikan lagi hasilnya ke register yang benar. Jadi instruksi-nya cukup satu saja Processor RISC Prosesor RISC hanya menggunakan instruksi-instruksi sederhana yang bisa dieksekusi dalam satu siklus. Dengan demikian, instruksi ‘MULT’ sebagaimana dijelaskan sebelumnya dibagi menjadi tiga instruksi yang berbeda, yaitu “LOAD”, yang digunakan untuk memindahkan data dari memori ke dalam register, “PROD”, yang digunakan untuk melakukan operasi produk (perkalian) dua operan yang berada di dalam register (bukan yang ada di memori) dan “STORE”, yang digunakan untuk memindahkan data dari register kembali ke memori. Berikut ini adalah urutan instruksi yang harus dieksekusi agar yang terjadi sama dengan instruksi “MULT” pada prosesor RISC (dalam 4 baris bahasa mesin) c. Monitor d. Keyboard e. Mouse 2. NIC ( Network Interface Card) Ex : RJ45 RJ 45 biasanya menggunakan kabel UTP. Kabel UTP ada 8 kabel (4 pair). Standar warna kabel UTP 3. Network Device Hub Hub adalah perangkat jaringan yang terdiri dari banyak port untuk menghubungkan Node atau titik sehingga membentuk jaringan yang saling terhubung dalam topologi star. Jika jumlah port yang tersedia tidak cukup untuk menghubungkan semua komputer yang akan dihubungkan ke dalam satu jaringan dapat digunakan beberapa hub yang dihubungkan secara up-link. Switch Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Netword (LAN). Perbedaan Hub dan Switch : Hub bersifat broadcast pada sistem kerjanya, sedangkan switch bersifat unicase karena pada switch terdapat sebuah ROM yang bersifat hanya bisa dibaca. Fungsi ROM adalah memeriksa semua alamat MAC Address komputer sehingga data yang dikirim hanya untuk komputer yang dituju. Router Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paketdata melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routingProses routing terjadi pada lapisan 3 Lapisan Jaringan seperti Internet Protokol dari stack protokoltujuh-lapis OSI. Bridge Bridge menghubungkan dua jaringan yang sama, yang berbeda hanya fisik saja. 4. Media Transmisi Media transmisi dibagi menjadi 2 : Wireline kabel UTP kabel coaxial fiber optic wireless 5. NOS (Netwotk Operating System) Satu-satunya komponen jaringan yang berupa software. Sistem Operasi Jaringan Sistem Operasi Jaringan adalah adalah sebuah jenis system operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut: Microsoft MS-NET Microsoft LAN Manager Novell NetWare dari Novell dengan dedicated servernya. Microsoft Windows NT Server dari Microsoft GNU/Linux Banyan VINES Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris

Struktur Kabel Pada Suatu Jaringan Komputer


Struktur kabel adalah sebuah sistem struktur yang bekerja berdasarkan prinsip gaya tarik, terdiri atas kabel baja, sendi, batang, dsb yang menyanggah sebuah penutup yang menjamin tertutupnya sebuah bangunan. Struktur kabel dan jaringan dapat juga dinamakan struktur tarik dan tekan, karena pada kabel-kabel hanya dilimpahkan gaya-gaya tarik, sedangkan kepada tiang-tiang pendukungnya hanya dilimpahkan gaya tekan. Keuntungan struktur kabel : 1. Elemen kabel merupakan elemen konstruksi paling ekonomis untuk menutup permukaan yang luas. 2. Ringan, meminimalisasi beban sendiri sebuah konstruksi. 3. Memiliki daya tahan yang besar terhadap gaya tarik. 4. Memberikan efisiensi ruang lebih besar. 5. Memiliki faktor keamanan terhadap api lebih baik dibandingkan struktur tradisional. 6. Dari segi teknik, pada saat terjadi penurunan penopang, kabel segera menyesuaikan diri pada kondisi keseimbangan yang baru. 7. Cocok untuk bangunan yang bersifat permanen. Kelemahan struktur kabel : Pembebanan yang berbahaya untuk struktur kabel adalah getaran. Struktur ini dapat bertahan dengan sempuna terhadap gaya tarik dan tidak mempunyai kemantapan yang disebabkan oleh pembengkokan, tetapi struktur dapat bergetar. Dalam hal gejala resonansi yang umum dikenal dapat timbul dan mengakibatkan robohnya bangunan. Struktur kabel sangat diperlukan karena beberapa hal berikut : 1. Memberikan fleksibilitas. 2. Mendukung lingkungan yang beragam. 3. Memastikan bahwa dapat diandalkan, kinerja tinggi. 4. Memungkinkan untuk bergerak cepat, menambahkan, perubahan. Struktur kabel bertujuan untuk yaitu : 1. Menentukan sistem kabel yang umum. 2. Untuk mengaktifkan perencanaan dan menginstal sistem kabel selama konstruksi / renovasi. 3. Menetapkan persyaratan kinerja. 4. Independen aplikasi. Elemen – elemen struktur kabel yaitu : 1. Horizontal Cabling 2. Backbone Cabling 3. Area Kerja(WA) 4. Ruang Telekomunikasi(TR) 5. Peralatan Ruangan 6. Entrace Facilities 7. Administration(TIA/EIA-606) SUSUNAN PERKABELAN PADA JARINGAN KOMPUTER 1. EIA/TIA-568A & EIA/TIA-568B merupakan standar internasional pengkabelan dengan jack RJ-45 dan kabel UTP/STP kategori 3, 5, dan 6 (4 twisted pair) yang digunakan dalam teknologi ethernet dan PABX. Dua standar (A & B) digunakan untuk crossover cable. Ujung satu dengan standar A, dan ujung lainnya dengan standar B. 2. Urutan dengan standar EIA/TIA-568A (putih hijau, hijau, putih orange, biru, putih biru, orange, putih coklat, coklat) dan EIA/TIA-568B (putih orange, orange, putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat, coklat) biasa digunakan untuk interkoneksi antar hardware maupun antar jaringan. Penggunaan susunan yang lain diperbolehkan, namun harus memenuhi kriteria pada no. 3 dan seterusnya. 3. Pin 1 & 2, dalam ethernet digunakan sebagai Tx. Untuk menghindari interferensi, maka harus dijadikan 1 pair (biasanya putih orange – orange atau putih hijau – hijau) untuk memenuhi kebutuhan elektris dalam protokol high-speed-LAN. 4. Pin 3 & 6, dalam ethernet digunakan sebagai Rx. Untuk menghindari interferensi, maka harus dijadikan 1 pair (biasanya putih orange – orange atau putih hijau – hijau) untuk memenuhi kebutuhan elektris dalam protokol high-speed-LAN. 5. Pin 4 & 5 (dalam wikipedia disebut sebagai “the central two pins”) digunakan untuk membawa sinyal telepon (internet bukan hanya ethernet) atau sinyal suara dalam standar telekomunikasi. Bahkan RJ-11 bisa dimasukkan ke port RJ-45. Untuk keperluan ini, sudah seharusnya jadi 1 pair di tengah (biasanya biru – biru putih) 6. Pin 7 & 8, biasanya digunakan untuk teknologi Power over Ethernet (PoE), yaitu untuk meningkatkan power pada perangkat VOIP, wireless LAN access point, webcam, ethernet hub, komputer, dan perangkat lain yang tidak memungkinkan untuk memberikan suplai power secara terpisah. Dalam hal ini tentunya pin 7 & 8 harus merupakan 1 pair (biasanya putih coklat – coklat). Jadi kesimpulannya, susunan warna lain diperbolehkan, asal tiap pair tetap dibedakan penempatan berdasarkan fungsinya agar mendukung penggunaan hardware selain PC dalam jaringan.

Media Transmisi : Kabel UTP dan Kategorinya


Macam – Macam Kabel Twisted Pair 1. UTP (Unshielded Twisted Pair) 2. STP (Shielded Twisted Pair) Shielded twisted pair atau STP adalah kabel pasangan berpilin yang memiliki perlindungan dari logam untuk melindungi kabel dari intereferensi elektromagnetik luar. 3. S/UTP (Screened Unshielded Twisted Pair) Yaitu kabel twisted pair yang didalam pelindung kabel (kulit luar) kabel terdapat pelindung berupa kertas logam. 4. S/STP (Screened Shielded Twisted Pair) S/STP merupakan kabel twisted pair yang dimana terdapat pelindung ganda didalamnya. Yaitu didalam kabel dan disetiap pasangan lilitan. Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak memiliki perlindungan terhadap pengaruh dari gangguan seperti elektromagnetik, crosstalk. Kategori-kategori Kabel UTP Kabel UTP mempunyai beberapa kategori. Dalam setiap kategori tersebut memiliki kegunaan dan fungsi yang berbeda.walaupun kita tidak akan memakai semua ketogori dari kabel UTP akan tetapi kita perlu tahu kegunaan dan fungsi dari masing – masing kategori tersebut. Kategori 1 Merupakan kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung koneksi atau komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakan sebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telefon analog Plain Old Telephone Service (POTS) dan ISDN. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 (kategori 1) membuatnya kurang sesuai untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital di dalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut. Kategori 2 Adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP kategori 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik (4Mbps). Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi Token Ring network dan protocol localtalk (Apple) dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan sebagai kabel jaringan masa kini. Kategori 3 Adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang didesain untuk data network dengan frequensi hingga 16Mhz dan lebih populer untuk protocol ethernet dengan kecepatan data hingga 10 Mbps. Kabel UTP Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10 Base T saja. Seringnya, kabel jenis ini digunakan oleh jaringan IBM Token Ring yang berkecepatan 4 megabit per detik, sebagai pengganti Cat2. Kategori 4 Adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik, sehingga dapat digunakan untuk protocol 16 Mbps token ring (IBM) dengan kecepatan data hingga 20 Mbps. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik. Kategori 5 Adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP kategori 4, yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik(100Mbps). Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) dan dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA). Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet(100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT). Kabel ini adalah kabel paling populer. Karena memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik, kabel Cat5 adalah kabel yang disarankan untuk semua instalasi jaringan. Kategori 5e Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte ethernet network. Kabel kategori 5e disebut juga Enhanced Category 5, karena kabel ini merupakan versi perbaikan dari kabel UTP Cat5, yang menawarkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan Cat5 biasa. Kabel ini mampu mendukung frekuensi hingga 250 MHz, yang direkomendasikan untuk penggunaan dalam jaringan Gigabit Ethernet, meskipun menggunaan kabel UTP Category 6 lebih disarankan untuk mencapai kinerja tertinggi. Kategori 6a Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps. Kategori 7 Di desain untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz. Dalam Pemasangan Kabel UTP terdapat 2 jenis Pemasangan 1. Straight Through Cable (Kabel Lurus) Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda. Urutan standar kabel straightadalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai sesuai standar TIA/EIA 368A sebagai berikut: Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut : Menghubungkan antara computer dengan switch Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL Menghubungkan switch ke router Menghubungkan hub ke router 2. Cross Over Cable (Kabel Silang) Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. Kabel cross over digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut : Menghubungkan 2 buah computer secra langsung Menghubungkan 2 buah switch Menghubungkan 2 buah hub Menghubungkan switch dengan hub Menghubungkan komputer dengan router Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Friday, January 25, 2013

nikmatnya menjadi penghapal alquran




Assalamualaikum..
                Alhamdulillah wa syukurilah. Hari ini gina dapat rezki. Ayo coba tebak?? Dapat apa hayo???. Dapat uang?.tidak.  dapat mobil ?? . gak juga. Dapat ip 4??. Amiin insyaAllah, tapi bukan itu.. mau tahu ?? mmm kasih tau gak ya?? Hehe..
                Okelah gina kasih tau. Gak mau jadi orang pelit (hehe). Hari ini gina dapat rezki yang luar biaasa. Yaitu REZKI ILMU. POKOKNYA T.O.P B.G.T...
                 Kemarin , disela – sela kebosanan yang menghampiri jiwa ini. Gina ambil insiatif untuk OL. Biasa lah. Kawan – kawan juga tau. Hal yang pertama lagi dibuka ketika OL.. yaitu “FACEBOOK”. Gina buka facebook, dan melihat “notifications”. Gina lihat ada teman gina memberikan tautan link di sebuah group yang gina join. yang berjudul Preman Menghapalalquran.