Saturday, July 7, 2012

Menjawab kegersangan hati



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Syukur alhamdulillah selalu tercurahkan kepada Sang Kekasih Allah Subhanawataa’ la. Tiada yang dapat menandingiNya, Dia Maha Pemurah, Maha Penyanyang, Maha Pengasih. Begitu cintanya Allah kepada kita sampai detik masih diberikan udara, kesehatan, rezki, kelapangan, keamanan, dan banyak lagi. Seperti yang disampaikan dalam alqur’an pada surah luqman : Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah[ Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Sahabatku semua, sangat sombong sekali jika kita tidak pernah bersyukur kepada Allah. Dia dzat Yang Maha
Teliti, Dzat yang Maha Mengetahui, dan dia pula bukanlah Dzat yang lengah. Apapun itu baik pendengaran, penglihatan, hati kita tidak luput dari penguasaanNya. So, jangan biarkan dirimu, waktumu, kehidupanmu terbuang sia sia, terbuang percuma untuk hal – hal yang tidak bermanfaat. Siapa yang akan menjamin berapa lama kamu didunia? Saya, kamu, orang tua kamu, temanmu, sahabatmu?. Tidak ada satupun yang tahu kapan kamu akan menghela napas terakhir. Sahabatku, jika kau bisa meminum air hangat hari ini, syukurilah, mungkin besok engkau tak akan menikmatinya lagi. Jika kau bisa hidup hari ini. Tersenyumlah, syukuri apa yang pada hari ini. Lakukan sesuatu hal yang terbaik yang bisa lakukan hari ini.
            Sahabat, kalau bercerita tentang iman. Mungkin sahabat pernah merasakan ketika iman kita sedang tinggi, begitu nikmatnya tilawah, indahnya puasa, senangnya bersedekah, lapangnya hati. Namun, pernahkah suatu ketika untuk membaca satu ayat al-quran saja rasanya malasss sekali. Ada apa gerangan ?.            Iman pun memiliki fase. Iman bisa saja tinggi sampai kelangit ketujuh, namun bisa juga sangat rendah, atau bahkan jauh lebih dalam sampai ke kerak bumi.
            Sahabat, mungkin kalian semua pernah mersakan ketika mungkin dalam kehidupan kita kita sudah merasa  sudah shalat lima waktu, kita sudah tilawah, tapi hati ini rasanya gelisah, gak nyaman, rasanya gersang, risih dan banyak berbagai macam kata- kata yang terlontar untuk mengekspresikan ketidaknyamanan itu.
            Satu hal yang harus kita lakukan adalah bersyukur. Banyak orang sudah diselimuti dosa- dosa, tapi mereka biasa saja. Untuk shalat saja segan. Mereka tau itu salah, tapi mereka masih saja untuk melakukannya. Jika pada diri kita ada masih terbenak kegalauan karena begitu tak tenangnya hati karena tak dekat dengan Allah, maka ada kemungkinan  untuk memutihkan bercak – bercak hitam pada hati kita.
            Sahabat, satu hal yang perlu kita sadari bahwa apabila hati ini mersa jenuh, tak nyaman , berarti kita telah melakukan sebuah dosa atau kesalahan. Ketahuilah sahabat dosa adalah sekat yang menghalangi hubungan kita dengan Allah. Sering- seringlah beristigfar niscaya kekuatanmu akan bertambah, itu dapat dibuktikkan dalam surah Hud ; 52 :
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."
            Sesungguhnya, Allah itu Maha Pengasih Maha Penyayang. Jangan kau terlalu menyesali kesalahan yang kau perbuat, tetapi fokuslah terhadap penyelesaiannya.
            Sahabat, hadirkan amal- amal unggulan yang menambah ketaatan kepada  Allah. Seperti Bilal Bin Rabbah mendekatkan diri dengan tuhannya dengan selalu menjaga kesucian dengan berwudhu dan melakukan shalat sunnah dua rakaat. Laksanakanlah  amal ibadah yang membawa kita merasakan ruh dan kenikmatan tersendiri. Misalnya, dengan tilawah, shalat malam, bersedekah, dan sebagainya. ada orang yang merasa begitu dekat dengan Allah apabila bersujud dan berdoa ketika itu. Atau orang merasa lapang ketika dia memberi makan fakir miskin. Ada banyak amal ibadah yang dicintai Allah untuk mempererat hubungan kita dengan Allah. Laksanakanlah amal ibadah yang engkau senangi dan Allah pun senang karenanya.
            Tak hanya sekedar shalat dan tilawah saja untuk meningkatkan iman. Dalam bermuamalah pun merupakan suatu bentuk keimanan kita kepada Allah. Bagaimana kita menjaga hubungan kita sesama saudara semuslim. Dalam hadis juga driwayatkan Belum sempurna iman seseorang apabila dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Eratkanlah hubungan kita dengan saudara kita dengan sedekah senyum, mendo’akannya, tidak menggunjingkannya, membahagiakannya, membantu jika dalam kesusahan, dan cintailah dia karena Allah.
            Mungkin saja yang  membuat diri sahabat resah, gundah gulanah,  karena pernah mengingkari janji dengannya, mengosipkan dirinya, atau engkau telah berbohong padanya. Wahai sahabatku, bersihkan lah hatimu, minta maaf lah kepada teman, saudaramu, serta karib kerabatmu. Jadikan setiap detik dalam hidupmu untuk beribadah kepada Allah. Sehingga engkau akan siap pada saat mautmu dicabut oleh sang Malaikat, kau meninggalkan dunia ini dalam keadaan khusnul khotimah.
            Sekian dulu dari gina, nantikan postingan selanjutnya di blog gina ini ya... maaf kalau salah kata, kesalahan datang dari gina sendiri, dan kebaikan itu datangnya dari Allah..
Sampaikanlah kebaikan- kebaikan yang dapat sahabat dalam ambil dari blog ini, agar keberkahan islam itu hadir dilingkungan sekitar sahabat.
Salam ukhuwah..

No comments:

Post a Comment